23.08

Hidup dengan Rasa terima kasih

Hidup ini penuh dengan kejadian baik maupun buruk.Terkadang rasanya tidak mungkin untuk memiliki niat yang mulia.Apa yang dapat kita lakukan agar kita tetap antusias pada saat-saat seperti itu?Sungguh membantu jika kita terus ingat bahwa kita tidak hidup dengan kekuatan dan kepandaian kita sendiri,tetapi juga dari pemberian tak ternilai yang dianugerahkan kepada kita oleh Alloh melalui media alam raya.Kita bisa saja berterima kasih hanya karena kita masih dapat melangsungkan hidup setiap harinya.


Kita tersusun dari enam puluh triliuan sel,yang melalui suatu susunan yang sangat rumit membentuk organ-organ,jaringan dan bagian-bagian lain pada tubuh.Hal ini mirip dengan seorang karyawan yang bekerja pada sebuah perusahaan.Karyawan tersebut mengemban suatu tugas tertentu dari perusahaan itu,tetapi pada saat yang sama bukanlah seorang bawahan.Karyawan itu memiliki kehidupan pribadinya sendiri.


Kita hidup dalam tatanan alam di planet ini,tetapi pada saat yang sama kita juga berpartisipasi dalam penciptaan tatanan tersebut.Kita berpartisi penuh hanya dengan hidup.Jika kami memandang hidup dengan cara ini,sepertinya wajar jika kita berterima kasih kepada Alloh yang Maha Agung atas anugerah kehidupan.Hanya dengan dilahirkan,setiap manusia menjadi peserta dalam kehidupan.Apapun hasilnya,berada disini saja memiliki suatu nilai tersendiri.Kami secara pribadi berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang patut disyukuri.Walaupun mungkin sebagian orang tidak akan setuju,sikap ini akan membuat hidup menjadi jauh lebih menyenangkan.Hidup dengan penuh rasa syukur berarti berterima kasih karena telah dapat hidup.Hidup dengan rasa terima kasih memungkinkan kita untuk menghargai dan menikmati setiap harinya,terlepas dari apakah ada sesuatu yang istimewa terjadi pada hari itu.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.