08.52

Hidup dalam keselarasan

Mudah saja untuk mengatakan bahwa kita harus hidup selaras dengan hukum alam,tetapi kita tidak tahu seluruh peraturan itu.Terlebih lagi,anggapan kita mengenai arti dari hidup selaras mungkin berat sebelah,dan tentunya berbeda antara satu orang dan yang lain.Pada masa lalu, agama mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya kita hidup,tetapi kini banyak orang yang telah memisahkan diri dari agama dan meletakkan keyakinan mereka pada ilmu pengetahuan.


Ilmu pengetahuan telah berkembang pesat dalam abad terakhir,dan obat-obatan sepertinya telah menaklukkan begitu banyak penyakit.Tetapi kita masih tidak dapat menyembuhkan kanker atau menentukan dengan jelas penyebab dari hipertensi.Dalam kasus hipertensi,kita telah menghasilkan kemajuan yang sangat berarti dalam bidang ini.Namun walaupun kita dapat menurunkan tekanan darah,kita masih tidak dapat menyembuhkan hipertensi karena kita baru memahami sebagian kecil dari seluruh mekanisme yang menyebabkan penyakit ini.Keseluruhan gambarnya masih terselubung dengan misteri.Sama halnya mekanisme yang menyebabkan sebagian besar penyakit akibat gaya hidup juga belum teridentifikasi.Oleh karenanya,kita tidak dapat mengklaim bahwa obat-obatan modern dapat menyembuhkan penyakit dengan efektif.


Setiap orang bebas untuk menetapkan keyakinan mereka pada ilmu pengetahuan jika memang itu pilihan mereka,tetapi kami beranggapan bahwa ilmu pengetahuan itu sendiri tidak akan dapat memecahkan segalanya.Pada saat yang sama jurang pemisah antara agama dan ilmu pengetahuan terus melebar,dan manusia modern yang telah terbiasa akan pemikiran-pemikiran ilmiah tidak lagi yakin pada ajaran-ajaran agama.Secara pribadi,kami melihat bahwa baik ilmu pengetahuan dan agama berasal dari sebuah sumber yang sama,dan oleh karenanya kami mencari cara untuk menyatukan mereka.Di era modern ini memang tidak lagi mungkin untuk menerima suatu agama yang dipenuhi oleh tradisi-tradisi yang ketinggalan jaman,tetapi pada saat yang sama kita pun tidak boleh menyandarkan seluruh keyakinan kita pada ilmu pengetahuan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.