01.59

Hidup berkesinambungan


Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan,menjadi semakin sulit untuk menentukan apa yang berguna dan apa yang berbahaya bagi masyarakat.Bioteknologi termasuk rekayasa genetika telah menjadi fokus begitu banyak perdebatan dan mengapa kelahiran domba hasil klon pertama di Inggris pada tahun 1997 memicu kontroversi internasional.Banyak orang yang menghindari makanan hasil rekayasa genetika yang dijual di supermarket-supermarket lokal karena takut akan adanya resiko kesehatan,atau mereka mempertanyakan apakah umat manusia memiliki hak untuk bermain-main dengan alam dan gen,yang adalah hasil karya Tuhan.
Modifikasi genetika tidak melanggar hukum-hukum alam,juga tidak menjadikan hal tidak mungkin menjadi mungkin.Sebenarnya modifikasi genetik menjadikan yang sebelumnya hampir tidak mungkin menjadi mungkin.Namun,sedikit peringatan memang diperlukan.Sama seperti makanan sehat jika dimakan secara berlebihan bisa menjadi berbahaya,teknologi seperti ini pun pada dasarnya memiliki resiko.Apa pengaruhnya terhadap masa depan kita akan tergantung pada bagaimana teknologi digunakan.Namun pada saat yang sama,teknologi jelas memiliki potensi yang sangat besar untuk membantu memecahkan masalah-masalah seperti penyakit dan membantu memberi kontribusi pada perkembangan biologi dan kedokteran lebih lanjut.
Dengan mempertimbangkan hal diatas,bagaimanakah seharusnya kita bergerak maju selaras dengan hukum-hukum alam dan pada saat yang sama melakukan yang terbaik untuk kebaikan umat manusia?Kita semua sering dibanjiri oleh perasaan takjub dan kagum dalam berbagai hal yang menyangkut alam sekitar maupun diri sendiri dan kaitannya dengan Allah swt sebagai sang Pencipta segala sesuatu.Para ilmuwan merasa takjub dan kagum dalam penelitian tentang informasi genetik.Siapakah yang mungkin dapat menuliskan cetak biru kehidupan yang begitu indah ini?Rasanya tidak mungkin jika informasi yang memiliki arti begitu kompleks dan mendalam ini terjadi hanya karena kebetulan.Oleh karenanya kita harus mengakui bahwa hal ini adalah suatu keajaiban yang jauh melebihi pengertian atau kapasitas manusia.Sesuatu yang lebih besar yang disebut sebagai”Kuasa Allah swt yang Maha Agung”.
Russell L. Schweickart sebagai seorang astronot Amerika dan anggota kru Apollo 9,dengan salah satu komentarnya,yang intinya adalah sebagai berikut:”Bumi jika dilihat dari luar angkasa tidak hanya indah,tetapi bahkan tampak seperti hidup.Jika menatapnya,saya merasakan diri saya terhubung dengan kehidupan itu,saya merasa bahwa keberadaan saya ini sungguh berkat adanya bumi.Pengalaman itu begitu menggerakkan hati sehingga saya tidak dapat menjelaskannya dengan kata-kata.”
Walaupun secara intelektual kita mungkin tahu bahwa bumi itu hidup,hal ini bukanlah sesuatu yang biasanya kita sadari dalam kehidupan sehari-hari.Schweickart tertegun disebabkan kesadaran ini saat melihat bumi dari sudut pandang makrokosmik luar angkasa.Serupa dengannya,Kazuo Murakami pun terinspirasi oleh ketakjuban dan kekaguman yang sama ketika melihat mikrokosmos,yaitu dunia yang terkandung dalam gen kita.
Semakin banyak yang kita ketahui tentang gen,semakin kita harus mengakui kehebatannya.Gen kita yang terkandung dalam nukleus sel yang begitu kecil sehingga tidak dapat terlihat,memiliki tiga miliar kombinasi huruf kimia yang berpasang-pasangan secara sempurna.Informasi yang begitu besar jumlahnya inilah yang menjaga kita tetap hidup dan tidak hanya kita,tetapi juga setiap makhluk hidup di bumi mulai dari mikroorganisme hingga tumbuhan,hewan dan manusia.Diperkirakan terdapat dua juta hingga dua ratus juta spesies yang hidup di dunia ini,semuanya menyandarkan hidup mereka pada kode genetik yang sama.Bagi kita sepertinya hal ini begitu luar biasa,namun tetap merupakan suatu fakta yang tak terbantah,dan hal ini benar-benar merupakan bukti dari apa yang disebut sebagai ”Kuasa Allah swt yang Maha Agung”.
Kita mengajari anak-anak kita untuk berterima kasih kepada orang tua mereka yang telah mengandung dan merawat mereka selama masa kanak-kanak.Kami pikir,sebagian besar orang menerima logika ini dan merasa berterima kasih.Tetapi karena orang tua kita juga memiliki orang tua yang sekali lagi memiliki orang tua sebelum mereka,sepertinya masuk akal bagi kami bahwa dengan memperpanjang rasa terima kasih kita kembali melalui generasi-generasi yang lalu,pada akhirnya kita akan mencapai orang tua dari seluruh kehidupan.Rasa terima kasih terhadap orang tua kita seharusnya otomatis membawa kita pada rasa terima kasih terhadap mereka yang telah hidup sebelum kita dan oleh karena itu juga terhadap asal mula kehidupan.Walaupun kita tidak dapat melihatnya,berlangsungnya kehidupan yang terus-menerus menunjukkan bahwa kuasa ini ada.Dengan belajar dan berusaha dalam mempelajari sesuatu pengetahuan dalam diri manusia sendiri,perlahan membuat kita menyadari betapa pentingnya memperhatikan kenyataan bahwa kita hidup di dunia ini berkat adanya keberadaan ini,yang telah mendahului keberadaan kita semua.
Hidup ini memiliki kesinambungan,gen orang tua diwariskan kepada anaknya dan dari anak ke cucunya,dan begitulah hidup berlanjut.Namun penelitian para ilmuwan kita hanya bisa memastikan kelanjutan gen,dan bukan kehidupan.Gen tidaklah sama dengan kehidupan.Gen hanyalah cetak biru,rancangan dan bukan kenyataan.Jika hidup ini tidak ditemukan dalam gen,maka dimana dan apakah hidup itu?Kita tidak tahu.Begitu kita telah mampu membaca makna dari kode genom manusia,melalui penelitian-penelitian para ilmuwan,mungkin kita akan dapat memahaminya lebih jauh,tetapi kuat dugaan bahwa tetap saja masih tidak akan dapat menjelaskan dengan tepat inti dari kehidupan.

Beberapa hal tidak dapat dijelaskan dari segi genetik.Gen adalah materi,dan tentunya kita tidak mungkin mengartikan bahwa jiwa sebagai materi.Namun,hanya karena kita tidak dapat menjelaskannya,tidak berarti bahwa jiwa tidak benar-benar ada.Jiwa bukanlah merupakan sesuatu yang dapat disadari dengan sengaja.Pada umumnya hal yang disadari adalah “pikiran”,bukan jiwa.Pikiran dapat merasakan kebahagiaan,kesedihan dan rasa marah,tetapi ketika tubuh mati,pikiran tidak dapat terus hidup.Karena pikiran adalah bagian dari dunia sadar,maka pikiran pun tidak dapat dipisahkan dari raga dan oleh karenanya harus musnah ketika tubuh itu mati.Dipihak lain dunia bawah sadar berada diluar pengetahuan manusia.Jiwa terhubung dengan dunia ini,dan melalui dunia ini pula ia terhubung dengan dunia Sang Agung,Allah swt.Inilah mengapa dunia surgawi tidak pernah dapat dimengerti hanya dari konteks logika dan kesadaran saja.
Gen tidak memiliki jiwa,tetapi membawa kesinambungan fisik manusia,namun sepertinya jiwa adalah bagian dari sebuah dimensi lain.Bahkan jika para ilmuwan kita berhasil menafsirkan kode setiap gen,masih tidak akan memahami jiwa.Ini adalah sebuah topik yang mungkin sudah sepantasnya akan terus menjadi misteri ilahi bagi kita.
Salah satu faktor yang menghalangi pencarian kita ini adalah kecenderungan kita untuk mempertukarkan konsep pikiran dan jiwa.Tentunya dengan membedakan keduanya yaitu bahwa pikiran adalah bagian dari raga dan jiwa adalah bagian dari Sesuatu yang Agung,membuat kita lebih mudah memahami kehidupan dan kematian.Jiwa sebagai sumber keberadaan kita sangatlah penting,tetapi selama kita hidup didalam dunia fana,raga dan pikiran kita pun sangat penting dan tanpanya kita tidak dapat hidup di dunia ini.Pengertian bahwa baik pikiran maupun jiwa terkait begitu erat dengan cetak biru kehidupan dapat membantu kita menemukan cara terbaik untuk berinteraksi agar dapat menghidupkan potensi kita.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.